Setia..?? Apa itu setia..?? Pake “i” ya, kalo pake “y” mah itu temen gw
. Setia = loyal, arti sesungguhnya tanya aja ma mbah gugle! Menjadi setia itu gampang2 susah, cobaannya banyak, apalagi godaannya. Pengertian setia tidak hanya terbatas pada pasangan, tapi juga bisa meliputi persahabatan, pekerjaan, dll. Yang saya bahas di sini setia terhadap pasangan saja ya, yang lainnya ga mood buat dibahas
.
Setia = komitmen. Menjaga komitmen tu bukan perkara yang mudah. Capek itu pasti, lelah tidak bisa dipungkiri, tapi hati lebih tenang. Ga ada perasaan bersalah, ga ada bayang2 ini itu.. yang jelas lebih tenang. Awalnya memang tidak mudah, coz nobody is perfect, right..?? Tapi beriringnya waktu, semua cobaan pasti dapat dilalui, asal ingat dengan komitmen yang telah dibangun pada diri sendiri.
Salah seorang teman saya pernah mengatakan: “apabila kita memberi 95%, rasa sakitnya juga 95%, tapi semua itu worthed“, dan terbukti benar (ini subyektif). Kita tidak akan pernah merasakan sakitnya menjadi setia apabila ga pernah setia (dianalogikan dengan memberi kurang dari 70%). Hayo ngaku, pernah ga bilang pada diri sendiri: “I can’t handle this anymore“. Pemecahan dari kata2 itu bukan dengan melihat rumput yang laen, maka dari itu diperlukan kesetiaan en komitmen.
Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau, mengapa? Karena dilihatnya dari jauh. Coba deh mendekat, pasti di situ ada rumput yang dah layu, busuk, ada sampah juga, iu kucing, dll. Ga jauh beda dengan rumput yang kita punya. Hanya karena kita dapat melihat rumput kita dari dekat, maka tidak terlihat hijau segar. Tapi semua sampah dah rumput yang layu ataupun busuk di rumput kita dapat dihilangkan kuk, tentu dengan membersihkannya. Apabila kita rajin membersihkan rumput kita, rajin menyiraminya, tentu akan tumbuh menjadi rumput yang subur dan hijau segar. Semua itu perlu kesabaran en waktu bukan?
Jangan takut menjadi setia. Jangan takut dibilang bodoh. Jangan takut merasakan perihnya. Jangan takut akan itu semua, karena semuanya worthed..!! Meski nantinya hasilnya tidak sesuai harapan, tidak akan ada penyesalan, en jangan menyesal
. Ehem…
shinoku said,
January 2, 2009 at 1:56 pm
Jauh lebih baik lagi kalo setia tanpa rasa sakit, rasa bodoh, dan rasa perih. Gimana cara dapetin kondisi yang seperti itu? Discover sendiri jawabannya!
dindut said,
January 5, 2009 at 2:24 am
pengennya gt
ChoYz said,
January 7, 2009 at 1:36 pm
gue suka kata2 lo yg ini lam…
“Kita tidak akan pernah merasakan sakitnya menjadi setia apabila ga pernah setia”…
dulu sempet gue ngerasa rugi bgt krn gue udah setia, tp kesetiaan gue disia2kan gitu aja…sakiiiiiiiiiiiittt banget saat itu…tapi gue dapet balesannya yg (mudah2an) lebih baik…mudah2an kali ini, kesetiaan gue bs lebih dihargai…:)
dindut said,
January 16, 2009 at 2:02 am
amien… emang ga rugi kuk choy menjadi setia.. ehem, jadi sapa ni pangeran yang beruntung itu?
achoey said,
May 6, 2009 at 9:20 am
Setia itu indah
dindut said,
May 7, 2009 at 9:34 am
betul
destamas said,
July 13, 2009 at 10:16 am
dah ga usah pake setia… mending langsung nikah… hehehehehe
dindut said,
July 13, 2009 at 10:58 am
eleuhhh