Menurut berbagai sumber, merawat mawar lebih mudah daripada anggrek. Tapi ga berlaku bagi saya. Setiap beli mawar, pasti deh mati, en setiap beli anggrek, rajin berbunga. Masih menurut berbagai sumber, merawat anggrek bulan lebih sulit dibandingkan anggrek biasa. Bagi pemula disarankan merawat anggrek biasa dahulu. Tapi lagi2 ga berlaku bagi saya. Anggrek bulan saya tumbuh subur, bunga2 bermekaran. Frekuensi berbunganya juga lebih cepat anggrek bulan saya daripada anggrek biasa.
Saat ini di rumah baru punya 3 anggrek: 1 anggrek bulan murni, 1 anggrek biasa, en 1 lagi anggrek bulan hasil kloning. Ketiga-tiganya sedang berbunga. Perawatannya juga ga sulit, cuma disemprot aja tiap pagi or sore.
Awal punya anggrek, termotivasi dari pengalaman Ibu yang selalu gagal ngrawat anggrek. Saya berpikir, ini bunga bagus en akan selalu in di pasaran, so saya harus bisa ngrawat. Pertama beli anggrek bulan murni warna putih. Tadinya udah megang yang ungu, tapi hati saya lebih sreg ma yang putih, keliatan bersih. Saat itu ada yang masih kuncup. Setelah bunga2nya bermekaran dan berguguran, anggreknya tak kunjung berbunga lagi, malahan daunnya yang makin lebat. Hati saya dah risau tuh, jangan2 gagal ni ngrawatnya. Tapi ternyata anggrek berbunga juga ada masanya. Dari penjelasan teman saya, saat itu anggrek saya sedang lebatin daun, baru kemudia berbunga. En.. benar sekali, setelah daunnya lebat, mulai tumbuh kuncup. Senang sekali…
Setelah merasa berhasil merawat anggrek bulan, saya niatkan untuk membeli lagi. Kebetulan saat itu ada pameran di Boker. Saya beli 2, warna kuning dan warna ungu tua. Yang ungu sekarang sedang manjangin batangnya en yang kuning dah mulai bermunculan kuncup baru. Jadi pengen beli lagi euy, maunya yang warna merah, ada ga ya??