Saat itu ada 2 kelompok: kelompok lemah dan kelompok kuat. Kelompok lemah sudah pada titik darah terakhir. Kelompok kuat hampir saja berhasil menindas yang lemah. Aku berada di kelompok lemah. Ketika saudara2ku sudah tak berdaya untuk bangkit, tiba2 datang seorang pria berkulit gelap, rambut cepak, dan keriting. Aku berbincang dengannya. Wajahnya nampak serius dan berwibawa. Tubuhnya kurus tapi tidak kerempeng. Dy berbicara di depanku dan di depan saudara2ku kaum lemah. Aku kagum dibuatnya. Bukan hanya aku, tapi semua saudara2ku yang di situ kagum dengannya. Cara bicaranya, mimiknya, dan kharisma yang ia miliki, sungguh indah. Setelah dy selesai berbicara, aku menghampiri saudara2ku yang masih duduk. Wajah mereka nampak lebih bersemangat. Ada harapan baru untuk keluar dari keterpurukan. Hatiku sungguh senang dan sangat bersyukur bisa bertemu dengan pria itu. Dia telah membawa pencerahan bagi kami semua.
Ketika kutersadar dari mimpiku, jam telah menunjukkan pukul 06.47. Mimpi yang panjang dan aneh. Setelah kesadaranku mencapai 70%, aku baru menyadari kalo pria itu adalah BARACK OBAMA. Akankah senator ini menjadi “the next president of USA ??” Semoga saja, biar aku bisa bilang kalo: “aku pernah bertemu dengan Mr. president… (kemudian di dalam hati ditambahin) di dalam mimpiku”.