Sabar Menunggu

Apa yang terjadi ketika otak dipenuhi dengan duit dan kesuksesan semata. Apakah iya kebahagiaan tu bisa diukur dari banyaknya uang dan kesuksesan karier? Finansial memegang peranan dalam menentukan kebahagiaan seseorang, tapi bukan merupakan faktor utama. Jalan menuju sukses tidaklah selalu mudah, ada yang lurus seperti jalan TOL, adapula yang berliku2 seperti jalan di pegunungan. Kesabaran diuji ketika jalan yang harus dilewati ternyata berliku. Menyerah? Pastilah pernah terlintas pikiran semacam itu di otak saya yang telah terkontaminasi oleh pundi2 rupiah en jabatan.

Saya pernah sampai pada titik dimana saya sudah angkat tangan. Apalagi ada dukungan dari orang2 sekitar yang membuat saya semakin yakin untuk angkat tangan. Entah ditaro dimana hati nurani saya, hanya logika yang masih berjalan. Saya memutuskan sesuatu yang penting dengan voting. Gila benar2 gila. Ketika voting ternyata mendorong saya untuk mengedepankan logika, tangan saya pun benar2 diangkat.

Selama ini saya tidak pernah sadar kalo saya lebih banyak menggunakan logika daripada perasaan, sampai disadarkan. Setelah saya runut perjalanan hidup saya, ternyata betul, kebanyakan tindakan saya berdasarkan logika en tidak pikir panjang (logis tu belum tentu pikir panjang), padahal tidak semua hal tu bisa diselesaikan dengan logika. Manusia dan perasaan bukanlah hitungan matematis, ga bisa bersama seseorang karena hasil penilaian secara itung2an.

Cerita teman saya hari inilah yang membuat saya tau kalo semua hal butuh proses, butuh waktu, butuh usaha, dan harus sabar menunggu, karena tidak semuanya instan. Saya tidak mau menjadi seseorang yang hanya mau sukanya saja tapi meninggalkan dukanya. Duka memang berat dan butuh perjuangan, itulah cobaan dalam hidup. Lulus tidaknya tergantung bagaimana kita mengatasinya. Dalam ujian ini saya ingin lulus dengan nilai sangat memuaskan.

2 Comments

  1. Luthfi said,

    December 10, 2007 at 12:25 pm

    lulus duluan belum tentu beli bmw duluan lho :P
    demikian kata zek

  2. dindut said,

    December 10, 2007 at 3:14 pm

    he? btul.. setuju ituh :D


Post a Comment