Stupid Girl

Waktu menunjukkan jam 02.00. Di saat hampir semua orang terlelap, diriku kembali duduk di kursi panas ini. Entah apa yang aku lakukan di sini. Mlototin layar yang burem, baca omelannya mas Riza (bukan Riza Ilkom yah biar ga da salah paham), en I hate 2 say this.. ngusapin air mataku.

Kenapa air mata ini harus kembali jatuh? Ga merasa sedih, ga merasa sakit, ga merasakan apa2. Entah mengapa tiba2 aku terisak. Aku benci diriku. Aku ga benci kamu, ga benci dy, hanya benci diriku. Aku merasa bodoh, bodoh sekali. Buat apa aku usaha mati2an kasih support. Buat apa aku perhatian. Buat apa aku lakukan semua ini. Aku benciiiiiiii diriku karena menangisi dunia.

Kamu menyakitiku sekali lagi. Aku benci kenapa kamu ga juga mengerti kalo aku juga mikirin permasalahan2mu. Ga mengertikah itu?? Ga yakinkah kamu akan uluran tanganku?? Waktu ga pnah bisa diulang. Andai kamu tahu betapa sulitnya membayar semua waktu yang tlah terbuang. Andai saja kamu tau bahwa membayar waktu yang hilang tu ga semudah dugaanmu. Kamu belajar dari apa yang kamu lihat, tapi kamu ga pnah bisa mengambil hikmah dari kata2ku.

Selepas lebaran ini bila tak ada aral melintang, aku akan pergi ke suatu tempat untuk melakukan suatu perjalanan penting. Perjalanan yang aku harap dapat mengubah hidupku menjadi lebih baik. Aku tidak ingin lagi menangis untuk dunia, terutama bukan untuk kamu.